Instalasi Dan Remote Debian 12 Di server
Instalasi Dan Remote Debian 12 Di server
A. tujuan :
- Persiapan:
Virtual Box

PuTTY

Unduh PuTTY di sini
File ISO Linux Debian 12

Unduh File ISO Debian 12 di sini.
Langkah-langkah:
1. Pertama-tama, Buka VirtualBox Dan Klik Opsi “New” Untuk Membuat Mesin Virtual Baru.
2. Masukkan Nama Mesin Virtual, Disini Saya Akan Memberikan Nama Imam-server Debian 12. Pilih Lokasi Folder, Dan Pilih Tipe Serta Versi Sistem Operasi Linux (Debian 12).
3. Setelah Itu, Sesuaikan RAM Dan Jumlah CPU Yang Sesuai Dengan Kebutuhan, Kemudian Klik “Lanjutkan”.
4. Disini kita akan Setel Ruang Penyimpanan Untuk Mesin Virtual. Disini Saya Akan Menggunakan Jumlah Ruangan Penyimpanan Sebesar 75GB.
9. Karena Disini Kita Akan Menjadikannya Sebagai Server, Maka Kita Akan Menggunakan Mode CLI. Pilih “Instalasi “ Untuk Memulai Proses Instalasi Debian 12 Mode CLI.
11. Atur lokasi untuk system lalu klik Enter. Disini saya akan menggunakan other untuk memilih Indonesia.
13. Atur lokasi untuk system lalu klik Enter. Disini saya akan menggunakan other untuk memilih Indonesia.
16. Karena negara yang di pilih tidak ada pada opsi,maka akan diperintahkan untuk memilih negara local. Disini saya akan memilih United States.
22. Pada bagian ini, Masukan netmask 255.255.255.0 (/24). Lanjutkan ke bagian selanjutnya dengan enter pada continue.
24. Pada Bagian ini juga akan ditanyakan IP Server Address yang ingin digunakan, Masukan IP Gateway yang sama yaitu 192.168.234.109 Kemudian klik enter pada Continue.
25. Masukan hostname untuk system. Disini saya akan menggunakan Nama saya sebagai hostname. Kemudian klik enter pada Continue.
26. Pada bagian ini akan ditanyakan untuk domain yang akan digunakan. Disini karena saya ingin melewatinya,maka dapat biarkan kosong dan dilewati.
27. Pada bagian ini,akan diminta untuk membuat password. Buat password kemudian klik enter pada continue untuk melanjutkan.
28. Ulangi password yang baru saja dibuat untuk verifikasi. Kemudian enter pada continue untuk melanjutkan.
29. Pada bagian ini akan ditanyakan nama panjang untuk akun non-administratif. Masukan Nama panjang disini saya akan memasukan nama panjang saya. Kemudian enter pada continue untuk melanjutkan.
30. Pada bagian ini juga akan ditanyakan nama username untuk akun non-administratif. Masukan nama username yang ingin digunakan. Kemudian enter pada continue untuk melanjutkan.
31. Masukan Password yang akan digunakan untuk akun non-administratif. Jika sudah klik enter pada Continue.
32. Ulangi password yang baru saja dibuat untuk verifikasi. Kemudian enter pada continue untuk melanjutkan.
33. Gunakan Zona Waktu yang sesuai dengan lokasi masing-masing. Disini karena lokasi saya indonesia bagian Jawa Barat, Maka saya akan memilih Western (Sumatra, Jakarta, Java, West and Central Kalimantan). Kemudian enter pada continue untuk melanjutkan.
34. Pada bagian ini, akan banyak opsi untuk partisipasi disk. Karena saya ingin mengkonfigurasi partisi disk secara manual maka pilih opsi Manual.
37. Disini saya ingin membagi partisi menjadi 4 bagian. Pilih opsi free space untuk membuat partisi baru.
41. Pada bagian ini, akan ditanyakan untuk lokasi partisi baru yang akan dibuat. Disini piih opsi Beginning.
42. Gunakan Ext4 pada opsi Use as. Jika sudah pilih opsi Done setting up the partition.
43. Disini,saya akan membuat partisi kedua yang akan digunakan untuk RAM. Pilih opsi free space untuk membuat partisi baru.
44. Pilih opsi create a new partition untuk membuat partisi baru.
45. Disini, saya akan menggunakan partisi sebesar 4GB. Karena RAM yang dibuat tadi sebesar 2GB,maka dikalikan dua.
46. Untuk tipe Partisi , Gunakan opsi Logical.
47. Gunakan swap area pada opsi Use as. Jika sudah pilih opsi Done setting up the partition.
48. Disini,saya akan membuat partisi ketiga. Pada partisi ketiga saya akan menggunakan ruang sebesar 25GB.
49. Untuk tipe Partisi , Gunakan opsi Primary.
50. Pada bagian ini, akan ditanyakan untuk lokasi partisi baru yang akan dibuat. Disini piih opsi Beginning.
51. Untuk memberikan nama pada partisi secara manual. Pilih opsi Mount Point.
52. Pada bagian ini, Pilih opsi enter manually untuk memasukan nama partisi secara manual.
53. Disini,saya akan memberikan nama Team_imam16
54. Gunakan Ext3 pada opsi Use as. Jika sudah pilih opsi Done setting up the partition.
55. Disini,saya akan membuat partisi keempat. Pada partisi keempat saya akan menggunakan seluruh sisa ruang yang ada. Pilih opsi free space untuk membuat partisi baru.
56. Pilih opsi create a new partition untuk membuat partisi baru.
57. Gunakan seluruh penyimpanan yang tersisa.
58. Gunakan Ext4 pada opsi Use as. Jika sudah pilih opsi Done setting up the partition.
59. Jika sudah membagi jadi 4 partisi maka hasilnya akan seperti ini. Lanjutkan ke bagian selanjutnya dengan pilih opsi Finish partioning and write change to disk.
60. Pada bagian ini pilih opsi Yes untuk menerapkan perubahan pada Disk.
61. Pada bagian ini, Pilih ‘No’ untuk melewati pemindaian media.
62. Disini,akan di tanyakan apakah pengguna ingin menggunakan Network mirror. Pada bagian ini Pilih “Yes” untuk melanjutkan tanpa network mirror.
63. Pada bagian ini, Pilih ‘No’, Untuk tidak melewati bagian survei paket.
64. Disini pada software selection hanya tersedia standard system utilities. Hal ini dikarenakan kita hanya ingin menginstall Debian 12 dalam mode CLI, sehingga pada bagian ini Klik enter pada Continue.
65. Pada bagian ini, pilih ‘Yes’ untuk menginstal Grub boot loader di hard drive utama.
66. Pada bagian ini, akan ditanyakan lokasi instalasi Group boot loader. Disini pilih opsi /dev/sda.
67. Jika muncul tampilan ini,maka instalasi sudah berhasil dilakukan. Klik enter pada continue untuk melakukan reboot.
68. Pada tampilan ini,coba untuk masuk ke root dengan cara login menggunakan username dan masukan password. Kemudian masukan perintah “su”, Masukan kembali username dan password.
69. Untuk melihat partisi yang sudah dibuat,masukan perintah df-h. Disini juga terlihat Team-Fai pada mounted on /dev/sda3 yang berarti penamaan partisi telah berhasil dilakukan.
70. Untuk membuat server dapat terhubung dengan internet,maka lakukan konfigurasi network menjadi Bridged Adapter/NAT.
71. Buat cloning dari virtual machine server ini untuk dijadikan sebagai virtual machine Remote. Carannya dengan klik kanan kemudian pilih opsi Clone.
72. Beri nama dan pilih direktori untuk menyimpannya. Pada bagian MAC Address policy gunakan Generate New MAC Address for all network adapters. Setelah itu klik Next
73. Pada bagian ini pilih opsi Full Clone untuk melakukan cloning secara menyeluruh.
74. lalu jalan kan remote servernya
76. Lakukan perubahan repository menggunakan repository resmi dari Debian12. Carannya jalankan perintah
nano /etc/apt/sources.list untuk membuka file di Nano Editor.78. Langkah selanjutnya kita perlu menginstall paket. Sebelum itu masukan perintah apt update agar mendapat keseluruhan paket
79. Kemudian install paket SSH agar server bisa di remote melalui ssh dengan memasukan perintah apt install openssh-server.
80. Jika instalasi paket sudah berhasil, Langkah selanjutnya yaitu lakukan ujicoba remote pada server dengan SSH melalui aplikasi PuTTY. Masukan IP Address dari server yang sudah dibuat, Kemudian klik Open.
81. Masuk hingga ke root dengan memasukan perintah “su” kemudian Masukan Username dan Password. Maka akan terlihat bahwa remote terhadap server telah berhasil.
82. Sekarang, lakukan jarak jauh menggunakan aplikasi yang berbeda. Disini saya akan mencobanya menggunakan Aplikasi TeamViewer. Buka teamviewer pada laptop.
83. disini saya meremotenya menggunakan hp. Buka team viewer di hp. masukan id team viewer di laptop dan passwordnya.
Komentar
Posting Komentar